Jika kau tidak bisa membalikkan waktu, jangan lakukan itu.
aku tidak meminta Tuhan memberikanmu kemampuan itu, tidak pernah sama sekali. aku secara pribadi tidak ingin kau melakukan itu. tidak untuk alasan apapun.
aku cukup berada pada titik ini, memandang sesuatu dari sudut pandang yang ini, tanpa merubah apapun di dalamnya sebagai alasan untuk kembali ke masa lalu. aku tidak pernah berpikir untuk bisa kembali ke masa manapun dalam hidupku, tidak pernah terpikir sekalipun untuk kembali ke sana.
pada titik ini aku menemukanmu sebagai motivasi untuk jalan panjang yang ini, aku menemukanmu sebagai pelajaran hidup paling berharga di dunia. aku menemukanmu untuk menjadi semacam contoh karena kau lebih dulu menjajaki jalan menuju mimpiku yang paling gila! seperti kompas, penunjuk arah bagaimana untuk sampai ke sana.
pada titik ini, aku merasa cukup untuk tidak meminta lebih pada Tuhan tentang merubah paradigma ku tentang kamu. merubah ke arah yang lebih baik lagi, tidak perlu lagi karena kamu telah hadir sebagai contoh paling nyata dan paling sempurna tentang bagaimana aku akan pergi mencapai jalan mimpiku yang panjang setahun ke depan.
maka, Jika kau tidak bisa membalikkan waktu, jangan lakukan itu.
me_and this uncertain world
(tulisan ini menelanjangi isi hati saya)
Rabu, 06 Maret 2013
Jumat, 01 Maret 2013
aku berdoa pada Tuhan, supaya aku tidak jatuh lebih dalam pada perasaanku padamu. bukan karena aku tidak mau, tapi sepertinya aku berlabuh pada tempat yang salah. Tapi yang terjadi, Tuhan tidak mengabulkan doaku yang satu itu. entah kenapa? aku tidak berani mempertanyakan lebih jauh, atau menyangsikan apa yang Dia tulis untukku. termasuk untuk urusan hatiku.
aku ingin menjauh, tapi tampaknya keadaan tidak bisa menjauhkan aku darimu. aku seperti pecandu yang haus narkotika, sejauh mungkin mencoba, sejauh itulah aku akan kembali pada titik yang sama. aku tidak mungkin menolak kebersamaan yang kau tawarkan. bukan, bukan karena aku selalu ingin dekat denganmu, tapi kesempatan itu terlalu indah untuk masa depanku.
entah, kau pernah membaca tulisan ini atau tidak, entah apa yang ada di pikiranmu saat kau baca tulisan ini, tapi aku hanya ingin mengucapkan terimakasih atas setiap hal kecil yang kau lakukan untukku. entah kau sadari atau tidak, aku hanya bisa mengagumimu dari sini, tanpa berani mendekat. kecuali kau ijinkan.....
terima kasih untuk semuanya....
aku ingin menjauh, tapi tampaknya keadaan tidak bisa menjauhkan aku darimu. aku seperti pecandu yang haus narkotika, sejauh mungkin mencoba, sejauh itulah aku akan kembali pada titik yang sama. aku tidak mungkin menolak kebersamaan yang kau tawarkan. bukan, bukan karena aku selalu ingin dekat denganmu, tapi kesempatan itu terlalu indah untuk masa depanku.
entah, kau pernah membaca tulisan ini atau tidak, entah apa yang ada di pikiranmu saat kau baca tulisan ini, tapi aku hanya ingin mengucapkan terimakasih atas setiap hal kecil yang kau lakukan untukku. entah kau sadari atau tidak, aku hanya bisa mengagumimu dari sini, tanpa berani mendekat. kecuali kau ijinkan.....
terima kasih untuk semuanya....
Minggu, 10 Februari 2013
kata seorang teman, saya seperti memakai topeng, pribadi yang lain, atau entah apalah itu namanya.
pertama : saya seperti salah tingkah, tidak tahu kenapa secara otomatis satu-persatu otak saya tidak bisa bersinkronasi dengan logika yang diterima secara menyeluruh oleh orang kebanyakan.
kedua : seperti ada magnet supeeer besar yang merusak medan di otakku sehingga aku bertingkah dengan cara yang salah, orbit yang tidak tepat.
ketiga : semua kesalahan ini hanya terjadi pada satu waktu, satu tempat, satu kejadian saja. yaitu ketika bertemu dengan kamu.
termasuk hari ini, dan mungkin hari-hari berikutnya...,
pertama : saya seperti salah tingkah, tidak tahu kenapa secara otomatis satu-persatu otak saya tidak bisa bersinkronasi dengan logika yang diterima secara menyeluruh oleh orang kebanyakan.
kedua : seperti ada magnet supeeer besar yang merusak medan di otakku sehingga aku bertingkah dengan cara yang salah, orbit yang tidak tepat.
ketiga : semua kesalahan ini hanya terjadi pada satu waktu, satu tempat, satu kejadian saja. yaitu ketika bertemu dengan kamu.
termasuk hari ini, dan mungkin hari-hari berikutnya...,
Selasa, 05 Februari 2013
hari ini, saya tidak bisa berhenti tersenyum entah sejak kapan. saya tidak pernah menghitungnya.
senyuman yang itu, tatapan yang itu, pemberian yang itu...
Dan ketika saya sadar bahwa, ini semua hanya fiksi yang tanpa akhir, saya terlambat. saya terlanjur terjatuh dan saya tidak tahu bagaimana berdiri menegakkan kaki untuk memulai sedari awal lagi.
satu dua langkah kaki yang lalu lalang di depanku, bunyi kereta tua, klakson mobil, dan entah apalagi. tidak ada satupun dari semuanya yang mengalihkan pandang dan pola pikir saya.
kamu! iya kamu! kamu yang telah membuat saya begini. dan kamu tidak terlalu peka untuk melihat apa yang terjadi dengan saya.....
tapi, saya tidak pernah menyalahkanmu hadir dalam hidup saya sebagai pribadi yang bahkan tidak bisa tersentuh.
saya malah bersyukur pernah bertemu dengan kamu. setidaknya, saya punya pelajaran baru yang bisa terpetik. setidaknya ada satu dua pelangi yang tiba-tiba hadir dalam keseharian saya yang begitu-begitu saya...
kamu! iya kamu!
ajari saya lagi tentang bagaimana mengikuti jejakmu yang mengagumkan. setidaknya.... sampai saya pergi dari lingkungan ini.....
senyuman yang itu, tatapan yang itu, pemberian yang itu...
Dan ketika saya sadar bahwa, ini semua hanya fiksi yang tanpa akhir, saya terlambat. saya terlanjur terjatuh dan saya tidak tahu bagaimana berdiri menegakkan kaki untuk memulai sedari awal lagi.
satu dua langkah kaki yang lalu lalang di depanku, bunyi kereta tua, klakson mobil, dan entah apalagi. tidak ada satupun dari semuanya yang mengalihkan pandang dan pola pikir saya.
kamu! iya kamu! kamu yang telah membuat saya begini. dan kamu tidak terlalu peka untuk melihat apa yang terjadi dengan saya.....
tapi, saya tidak pernah menyalahkanmu hadir dalam hidup saya sebagai pribadi yang bahkan tidak bisa tersentuh.
saya malah bersyukur pernah bertemu dengan kamu. setidaknya, saya punya pelajaran baru yang bisa terpetik. setidaknya ada satu dua pelangi yang tiba-tiba hadir dalam keseharian saya yang begitu-begitu saya...
kamu! iya kamu!
ajari saya lagi tentang bagaimana mengikuti jejakmu yang mengagumkan. setidaknya.... sampai saya pergi dari lingkungan ini.....
Senin, 04 Februari 2013
Tuhan, maafkan aku mencintai hamba_Mu yang telah Kau pertemukan dengan jodohnya....
aku hanya mengaguminya Tuhan, tidak bisa lebih dari itu. bahkan kalau aku mau lebih dari itu, Kau tidak akan mengijinkannya bukan?
Tuhan, maafkan aku telah mengakhiri hidupku hari kemarin. Kau pasti tahu alasannya, aku lelah Tuhan, menjalani hidup yang seaakan tidak berpihak padaku. Oleh karena itu, aku memilih mengakhiri hidupku kemarin.
Ini bukan kali pertama aku berpikir untuk mati Tuhan. aku sudah mendatangi perlintasan kereta api itu untuk ketiga kalinya. Hari pertama, aku gagal membunuh diriku sendiri ketika aku melihat seorang Ibu melintas menggandeng anak-anaknya di ujung sana. Ibu itu tersenyum lebar melihat polah kedua anak kecilnya. yang wanita bernyanyi keras-keras, dan yang lelaki menggandeng tangan ibunya erat-erat. hari itu aku takut mati, karena aku berpikir bagaimana perasaan ibuku kalau beliau tahu aku tidak lagi bisa bernyanyi untuknya. seperti anak kecil di ujung jalan itu bernyanyi untuk ibunya.
Hari kedua, aku gagal menabrakkan diriku ke kereta listrik karena sayup-sayup di kejauhan aku mendengar suara adzan berkumandang. seketika, aku ingat sepanjang hidupku aku lupa mengingatmu. Dosa-dosa yang belum terhapus, pahala yang belum juga kudapat, lalu, bagaimana aku berani bertemu muka denganmu, Tuhan?
Hari ketiga, hidupku akhirnya berakhir....
Setelah jodoh orang yang kukasihi menghubungi telepon selulerku. dia berkata aku tidak pantas hidup karena aku menginginkan apa yang seharusnya tidak kuinginkan dalam hidup. dia bilang aku pantas mati, karena kesalahanku yang besar hingga tak satupun elemen di dunia ini yang sudi menerimaku. dia juga bilang, lintah-lintah di pematang sawah itu lebih berharga untuk hidup daripada aku, karena kesalahanku mencintai orang yang salah. Dan yang lebih meyakinkanku untuk mati adalah, dia bilang kalau aku benar mencintai hambaMu itu, aku lebih baik lenyap dalam hidupnya selamanya.
Lalu Tuhan, aku memberanikan diri bertemu denganmu dengan kondisi yang memalukan ini.. sekedar ingin minta maaf atas kesalahanku mencintai hamba-Mu yang telah kau pertemukan dia dengan jodonya.
Bandung, 5Febuari 2013
aku hanya mengaguminya Tuhan, tidak bisa lebih dari itu. bahkan kalau aku mau lebih dari itu, Kau tidak akan mengijinkannya bukan?
Tuhan, maafkan aku telah mengakhiri hidupku hari kemarin. Kau pasti tahu alasannya, aku lelah Tuhan, menjalani hidup yang seaakan tidak berpihak padaku. Oleh karena itu, aku memilih mengakhiri hidupku kemarin.
Ini bukan kali pertama aku berpikir untuk mati Tuhan. aku sudah mendatangi perlintasan kereta api itu untuk ketiga kalinya. Hari pertama, aku gagal membunuh diriku sendiri ketika aku melihat seorang Ibu melintas menggandeng anak-anaknya di ujung sana. Ibu itu tersenyum lebar melihat polah kedua anak kecilnya. yang wanita bernyanyi keras-keras, dan yang lelaki menggandeng tangan ibunya erat-erat. hari itu aku takut mati, karena aku berpikir bagaimana perasaan ibuku kalau beliau tahu aku tidak lagi bisa bernyanyi untuknya. seperti anak kecil di ujung jalan itu bernyanyi untuk ibunya.
Hari kedua, aku gagal menabrakkan diriku ke kereta listrik karena sayup-sayup di kejauhan aku mendengar suara adzan berkumandang. seketika, aku ingat sepanjang hidupku aku lupa mengingatmu. Dosa-dosa yang belum terhapus, pahala yang belum juga kudapat, lalu, bagaimana aku berani bertemu muka denganmu, Tuhan?
Hari ketiga, hidupku akhirnya berakhir....
Setelah jodoh orang yang kukasihi menghubungi telepon selulerku. dia berkata aku tidak pantas hidup karena aku menginginkan apa yang seharusnya tidak kuinginkan dalam hidup. dia bilang aku pantas mati, karena kesalahanku yang besar hingga tak satupun elemen di dunia ini yang sudi menerimaku. dia juga bilang, lintah-lintah di pematang sawah itu lebih berharga untuk hidup daripada aku, karena kesalahanku mencintai orang yang salah. Dan yang lebih meyakinkanku untuk mati adalah, dia bilang kalau aku benar mencintai hambaMu itu, aku lebih baik lenyap dalam hidupnya selamanya.
Lalu Tuhan, aku memberanikan diri bertemu denganmu dengan kondisi yang memalukan ini.. sekedar ingin minta maaf atas kesalahanku mencintai hamba-Mu yang telah kau pertemukan dia dengan jodonya.
Bandung, 5Febuari 2013
Minggu, 03 Februari 2013
kadang saya tidak bisa mengontrol apa yang ada dalam otak saya. saya terpaku pada satu titik dan tidak bisa menganalisa kemana harus melangkah. ribuan alternatif, ratusan saran, tidak ada satupun yang menguatkanku untuk melajukan hidup ke arah yang lain.
ENTAH setan manalagi yang akan membujukku mengacu pada arah yang salah, atau malaikat mana yang akan menasihatiku untuk kembali ke jalan yang seharusnya. yang pasti, saya nyaman menjalani semuanya.
yang saya tahu, saya merasa tetap mengingat Dia. Dia yang selalu mengingat menjagaku.... hanya itu
Tuhan, jaga aku untuk tetap di jalanmu...
ENTAH setan manalagi yang akan membujukku mengacu pada arah yang salah, atau malaikat mana yang akan menasihatiku untuk kembali ke jalan yang seharusnya. yang pasti, saya nyaman menjalani semuanya.
yang saya tahu, saya merasa tetap mengingat Dia. Dia yang selalu mengingat menjagaku.... hanya itu
Tuhan, jaga aku untuk tetap di jalanmu...
Senin, 03 Desember 2012
MONSTER LADANG JAGUNG
Perkenalkan! Ini monster ladang jagung. Yang mengambil sahabat-sahabatku.
Pertama kali aku mengenal monster ladang jagung, dia tidak punya teman. Lalu aku mengajaknya, mengenalkan dia dengan teman-teman sepermainanku. Awalnya monster ladang jagung tidak serakus itu mengambil semua sahabatku. Awalnya kami sering bermain bersama, aku, sahabat-sahabatku dan monster ladang jagung.
Hingga suatu hari, aku merasa satu-persatu sahabat-sahabatku meninggalkanku. Awalnya aku tidak menyangka kalau mereka meninggalkanku karena monster ladang jagung. Awalnya aku mengira aku yang bersikap kasar pada mereka, hingga mereka tidak mau lagi bersahabat denganku.
Lalu, seekor burung pipit bilang ini pekerjaan monster ladang jagung. Burung pipit itu mengatakan padaku kalau monster ladang jagung mengadu domba aku dan sahabat-sahabatku. Monster ladang jagung bilang aku tidak pantas untuk berteman dengan mereka. Monster ladang jagung itu menghasut sahabat-sahabatku hingga tidak ada satupun sahabat-sahabatku yang mau bermain lagi denganku.
Ketika aku bertanya pada sahabat-sahabatku, mereka membela monster ladang jagung. Katanya monster ladang jagung itu anak yang baik hati. Mereka bilang aku yang terlalu memojokkan monster ladang jagung. Kalau sudah begini, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sahabat-sahabatku tidak ada yang percaya padaku, mereka lebih percaya pada monster ladang jagung.
Kemudian, aku meninggalkan mereka. Aku tidak lagi mau ambil pusing tentang sahabat-sahabatku yang pergi dengan si monster ladang jagung. Aku tidak lagi peduli dengan apa yang menjadikan sahabat-sahabatku itu berubah menjauhiku. Karena aku tahu, suatu hari nanti kebenaran akan terungkap dan monster ladang jagung akan menunjukkan rupa sebenarnya.
Beberapa tahun kemudian, aku berdiri di makam sahabat-sahabatku. Orang tua mereka bilang, monster ladang jagung memangsa mereka satu-persatu. Monster ladang jagung yang jahat itu telah menelan temanku bulat-bulat. Tapi, tidak ada penyesalan dalam hidupku, karena aku telah mengatakan pada sahabat-sahabatku sebelumnya. Perkara mereka percaya padaku atau tidak itu urusan lain.
Bandung 03 Dec 2012 20:37
Pertama kali aku mengenal monster ladang jagung, dia tidak punya teman. Lalu aku mengajaknya, mengenalkan dia dengan teman-teman sepermainanku. Awalnya monster ladang jagung tidak serakus itu mengambil semua sahabatku. Awalnya kami sering bermain bersama, aku, sahabat-sahabatku dan monster ladang jagung.
Hingga suatu hari, aku merasa satu-persatu sahabat-sahabatku meninggalkanku. Awalnya aku tidak menyangka kalau mereka meninggalkanku karena monster ladang jagung. Awalnya aku mengira aku yang bersikap kasar pada mereka, hingga mereka tidak mau lagi bersahabat denganku.
Lalu, seekor burung pipit bilang ini pekerjaan monster ladang jagung. Burung pipit itu mengatakan padaku kalau monster ladang jagung mengadu domba aku dan sahabat-sahabatku. Monster ladang jagung bilang aku tidak pantas untuk berteman dengan mereka. Monster ladang jagung itu menghasut sahabat-sahabatku hingga tidak ada satupun sahabat-sahabatku yang mau bermain lagi denganku.
Ketika aku bertanya pada sahabat-sahabatku, mereka membela monster ladang jagung. Katanya monster ladang jagung itu anak yang baik hati. Mereka bilang aku yang terlalu memojokkan monster ladang jagung. Kalau sudah begini, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sahabat-sahabatku tidak ada yang percaya padaku, mereka lebih percaya pada monster ladang jagung.
Kemudian, aku meninggalkan mereka. Aku tidak lagi mau ambil pusing tentang sahabat-sahabatku yang pergi dengan si monster ladang jagung. Aku tidak lagi peduli dengan apa yang menjadikan sahabat-sahabatku itu berubah menjauhiku. Karena aku tahu, suatu hari nanti kebenaran akan terungkap dan monster ladang jagung akan menunjukkan rupa sebenarnya.
Beberapa tahun kemudian, aku berdiri di makam sahabat-sahabatku. Orang tua mereka bilang, monster ladang jagung memangsa mereka satu-persatu. Monster ladang jagung yang jahat itu telah menelan temanku bulat-bulat. Tapi, tidak ada penyesalan dalam hidupku, karena aku telah mengatakan pada sahabat-sahabatku sebelumnya. Perkara mereka percaya padaku atau tidak itu urusan lain.
Bandung 03 Dec 2012 20:37
Langganan:
Postingan (Atom)