Alkisah, kalau nanti saya jadi decision maker.... di dunia fantasi yang jauh.... jauh sekali....
Semoga saya selalu rendah hati dan mau mendengar banyak masukan dari orang lain. hufht... beberapa hari terakhir blog ini terbengkalai. saya sibuk urusan ini itu
Dalam perjalanan beberapa hari lalu, ada banyak pelajaran hidup yang saya garis bawahi :
1. saya bertemu orang yang super kolot, kardi, mau menang sendiri. hufht... dan saya harus berurusan dengan beliau. secara umur, senioritas memang tidak bisa bohong. dan secara adat ketimuran memang saya yang harus mengalah. bahkan saya yang datang dengan menyodorkan bukti-bukti ilmiah dimentahkan dengan omongan, " saya iniiiiii.......kamu siapa "well... saya memang bukan siapa-siapa. saya hanya orang kecil, tapi.. saya bukan orang yang beriak tapi tak dalam. saya lebih suka bersembunyi di balik buku-buku dan setumpuk catatan otentik hitam di atas putih, daripada mengumbar sesumbar omong kosong yang menjerumuskan.
Saya memang tidak pernah berdiri untuk posisi yang katanya penting dan tidak expert di luar kepala.. tapi saya punya sedereeeet hasil telaahan ilmiah yang bila saya tunjukan pada orang sedunia, mereka akan setuju dengan saya. kalau beliau punya apa? bahkan selembar tulisan saja tidak ada. lalu bagaimana saya bisa mengukur eksistensi keabsahan perkataan beliau?
2. Mungkin cara penyampaian saya yang salah. okeh, ini pelajaran keduanya.. saya memang bukan orang bermulut manis yang bisa dengan gampang berpura-pura pay an attention.. saya tipikal yang kalau saya suka, saya bilang suka, kalau tidak suka saya bilang tidak suka. saya tipikal yang hitam putih, kanan kiri, bukan abu-abu bukan di tengah-tengah. Saya tidak jago mengartikan yang tersirat, oleh karena itu saya tidak biasa menyirat-nyiratkan maksud hati saya. Tapiii...
Bila saya masih tinggal di negeri antah berantah, rasanya saya perlu, perlu sekali ilmu bunglon ini. untuk sekedar membuat orang lain suka dengan kita, untuk sekedar mendapatkan apa yang kita mau.
hufht! LEGA karena sudah nyampah.....
Okeh, kabar baiknya adalah...
VIXX live gak ke indonesia!
kok kabar baik?
yaaah,, kalau VIXX ke Indonesia bisa galau 12 saya.. saya bukan fans yang punya banyak uang untuk beli CD original, ngumpulin merchandise original, bayar tiket fan meeting, atau menguras rupiah untuk nonton konser.
Kemarin saya baru bicara ngalor ngidul dengan sahabat saya di starbucks, tentang apakah kata-kata "oppa hanya milik fans" itu ada?? mmm... lalu saya sampai pada pemikiran bahwa semua itu hanya ujung-ujungnya duit. seberapa banyak CD original di kamarmu, sebanyak itulah oppa bakal sayang sama kamu sebagai fans! Sesering apa kamu vote buat oppa di awards music, sesering itulah oppa akan menyebut namamu sebagai fans. Secara tidak langsung mereka adalah bagian dari budaya konsumtif yang menjamur. apalagi??
Kamu pikir oppa bakalan sayang sama kamu kalau mp3 lagu oppa di hapemu hasil download bajakan semua??
Kamu pikir oppa bakalan teriak "saranghae" sambil bikin love sign pake tangan kalau DVD konsermu bajakan semua??
Kamu pikir oppa bakalan doing aegyo mengucapkan terimakasih ke kamu kalau barang merchandise kalian hasil sablonan sendiri??
BIG NO!
Bukan, bukan oppa yang jahat!
ini tentang bagaimana kalian menghargai karya mereka. terbayangkan bagaimana capeknya oppa? latihan, trainning, gak tidur 4hari buat bikin MV dan kalian membayarnya dengan bajakan?? lebih parahnya kalian mengaku fans??
ANEH!!
itulah kenapa saya bilang saya tinggal di negeri antah berantah!
Balik ke VIXX live yang gak jadi ke Indonesia.
terakhir SUJU ke indonesia saya cuma bisa mewek bombay di pojokan karena tiket paling murah nya 1,4jt. yang which is bisa buat bayar first me*** 9 bulan.
Well, saya bukannya elf yang baik.. yang rela melakukan apapun untuk oppa! kalau itu nabi Muhammad, saya rela deh datengin langsung, menyerahkan semua harta saya untuk ada di jalan beliau, karena beliau adalah yang akan memberikan syafaat di hari kiamat. lha... oppa -oppa itu???
Okeh, saya terlalu frontal////
Sebagai seorang kpopers (saya starlight dan elf), saya mencoba berpikir realistis, kalau ada garis segede gaban yang memisahkan kehidupan nyata saya yang berantakan dan kehidupan oppa di layar internet (well saya nontonnya via youtube). melihat mereka di layar youtube membuat saya relaks sejenak, tapi itu tidak menyelesaikan apapun dan tidak membawa saya ke manapun. saya harus harus bisa move on dari layar youtube!
kamu juga yah!
well.. sekian tulisan absurd saya. Oh iya, di blog sebelah saya membaca tulisan seorang blogger bahwa dia mnyiapkan tulisan untuk diposting dengan sangat teliti dan penuh perhitungan (well no wonder follower blognya banyak), dan yang saya lakukan hanya nyampah serapah..... sorry but I just wanna be honest! as honest as I can be..
xoxo
me_and this uncertain world
(tulisan ini menelanjangi isi hati saya)
Kamis, 21 Mei 2015
Jumat, 15 Mei 2015
Tentang postingan absurd (lagi)
Di kantor : backsound vixx - error inst
setelah beberapa usaha yang gagal untuk kembali ke Pandora Box, I feel numb! For some reasons, I feel so bad about myself that I cannot pursue my the one and only dream.
Anyway, I have to be thankful for every grace I have in life. Wise man said that I have to be focus in what I had instead of what I never had!
And this is what I try to be...
There is no way back, no way to hide, what to do is just LIVE on.
setelah beberapa usaha yang gagal untuk kembali ke Pandora Box, I feel numb! For some reasons, I feel so bad about myself that I cannot pursue my the one and only dream.
Anyway, I have to be thankful for every grace I have in life. Wise man said that I have to be focus in what I had instead of what I never had!
And this is what I try to be...
There is no way back, no way to hide, what to do is just LIVE on.
Rabu, 29 April 2015
Terbanglah Garuda
Dari kemarin ingin mengupdate postingan di blogger. tapi hufht sibuk dengan pekerjaan kantor dan persiapan tes bahasa korea....
Kenapa Korea??
mungkin kalian pikir saya kena demam Hallyu ato Kpop attack, ato apalah namanya... tapi,, ternyata ada satu hal yang ingin saya pelajari... Kenapa dalam 10 tahun terakhir negeri gingseng itu bisa go-international di semua lini! saya pake bold tinta tebal, karena... hampir semua lini korea menjadi magnet baru buat dunia. lagu, drama, budaya, produk, you name it!
Ah... alasan,,,
Tapi, saya percaya bahwa ketika kita belajar di universitas kita bukan hanya belajar secara akademis tapi juga tentang etos kerja, budaya, pola pikir dan lain-lain.. Saya salute! angkat topi untuk para Korean yang bisa menyedot dan menyaring budaya luar dan mengambil sari-sari penting dan meng-adjust nya dengan budaya setempat.
Saya teringat perkataan Dr. Para dosen Planning for Quality waktu saya kuliah di pandora box... bahwa Ostrom pernah bilang there is no single panacea! tidak ada satu penyelesaian, obat yang berlaku general. kita boleh mencomot-comot langkah-langkah yang berhasil di belahan bumi manapun, tapi.. jangan lupa menyesuaikannya dengan budaya sendiri, dengan local knowledge yang kita punya...
Mungkin Korea adalah contoh hidup dari itu. Mereka sadar, Korea is Korea. Mereka tetap dengan budaya unik-nya. dengan menyerap seluruh kebaikan yang mereka dapat dari seluruh dunia sekitarnya.
Saya ingin sekali belajar etos yang seperti itu, saya ingin sebanyak-banyaknya menyerap kebaikan kebaikan yang ada di negara-negara lain, tanpa kehilangan identitas saya sebagai orang Indonesia. Sewaktu saya menghadiri upacara penerimaan mahasiswa baru di pandora box, Kepala Universitas a.k.a Rektor bilang kalau, kami mahasiswa asing yang terbang ribuan mill dari rumah ke pandora box sebenarnya tidak belajar tentang Pandora box. Tapi belajar tentang diri kita sendiri. Lebih mengenal tentang diri kita sendiri.....
Dan Beliau benar. Kadang, berada ribuan mill jauhnya dari rumah, membuat kita sadar siapa diri kita sebenarnya. Membuat kita lebih bersyukur tentang diri sendiri. Makanya, Nabi Muhammad pernah bilang tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.
Mungkin itulah maksudnya........
Oh iya,,, saya ingin mengucapkan sesuatu untuk pemuda Indonesia:
"Terbanglah yang jauh, ke negeri dimana orang-orang sekitar tidak paham bahasa ibumu, dimana budaya mu menjadi budaya minoritas, dimana wana kulitmu berbeda dengan mereka, dimana budayamu berbeda dengan mereka, maka..... kalian akan mengenali dirimu sendiri lebih baik lagi"
Kenapa Korea??
mungkin kalian pikir saya kena demam Hallyu ato Kpop attack, ato apalah namanya... tapi,, ternyata ada satu hal yang ingin saya pelajari... Kenapa dalam 10 tahun terakhir negeri gingseng itu bisa go-international di semua lini! saya pake bold tinta tebal, karena... hampir semua lini korea menjadi magnet baru buat dunia. lagu, drama, budaya, produk, you name it!
Ah... alasan,,,
Tapi, saya percaya bahwa ketika kita belajar di universitas kita bukan hanya belajar secara akademis tapi juga tentang etos kerja, budaya, pola pikir dan lain-lain.. Saya salute! angkat topi untuk para Korean yang bisa menyedot dan menyaring budaya luar dan mengambil sari-sari penting dan meng-adjust nya dengan budaya setempat.
Saya teringat perkataan Dr. Para dosen Planning for Quality waktu saya kuliah di pandora box... bahwa Ostrom pernah bilang there is no single panacea! tidak ada satu penyelesaian, obat yang berlaku general. kita boleh mencomot-comot langkah-langkah yang berhasil di belahan bumi manapun, tapi.. jangan lupa menyesuaikannya dengan budaya sendiri, dengan local knowledge yang kita punya...
Mungkin Korea adalah contoh hidup dari itu. Mereka sadar, Korea is Korea. Mereka tetap dengan budaya unik-nya. dengan menyerap seluruh kebaikan yang mereka dapat dari seluruh dunia sekitarnya.
Saya ingin sekali belajar etos yang seperti itu, saya ingin sebanyak-banyaknya menyerap kebaikan kebaikan yang ada di negara-negara lain, tanpa kehilangan identitas saya sebagai orang Indonesia. Sewaktu saya menghadiri upacara penerimaan mahasiswa baru di pandora box, Kepala Universitas a.k.a Rektor bilang kalau, kami mahasiswa asing yang terbang ribuan mill dari rumah ke pandora box sebenarnya tidak belajar tentang Pandora box. Tapi belajar tentang diri kita sendiri. Lebih mengenal tentang diri kita sendiri.....
Dan Beliau benar. Kadang, berada ribuan mill jauhnya dari rumah, membuat kita sadar siapa diri kita sebenarnya. Membuat kita lebih bersyukur tentang diri sendiri. Makanya, Nabi Muhammad pernah bilang tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.
Mungkin itulah maksudnya........
Oh iya,,, saya ingin mengucapkan sesuatu untuk pemuda Indonesia:
"Terbanglah yang jauh, ke negeri dimana orang-orang sekitar tidak paham bahasa ibumu, dimana budaya mu menjadi budaya minoritas, dimana wana kulitmu berbeda dengan mereka, dimana budayamu berbeda dengan mereka, maka..... kalian akan mengenali dirimu sendiri lebih baik lagi"
Rabu, 22 April 2015
Morning Moaning
Mungkin kalian yang sudah sedari lama follow postingan di blog ini tahu kalau blog ini adalah tong sampah, dan beberapa postingan di dalamnya cuma sampah pemikiran saya yang serba absurd.
Kadang saya suka kepo sama blog orang-orang yang bertebaran di dunia maya. Rasanya makjleb ketika ada yang posting kira-kira bunyinya seperti ini , " Maaf sudah lama tidak posting, karena saya sedang mempersiapkan postingan sebaik-baiknya,, dan tidak mau memposting asal-asalan" Rasanya sakiiit (nada cita-citata sambil tepuk-tepuk dada)
Saya bukan tipikal blogger yang suka memikirkan mau posting apa berhari-hari sebelumnya. Saya hanya menulis sebisanya, kadang cuma ingin melimpahkan sebagian memoi yang udah penuh di kepala. Kadang, saya merasa postingan saya tidak penting. Tapi saya sangat menggebu-gebu ingin menulis. Mungkin saya bukan blogger yang baik, dan mungkin juga karena itulah follower blog ini cuma beberapa gelintir.
Okeh, kalau saya, bukan tipikal penulis yang stick on the draft. Lebih sering saya tidak punya draft, dan membiarkan pemikiran saya berjalan apa adanya. Saya juga tidak tahu apakah blog ini berakhir menjadi bahan bacaan yang bagus atau sekedar nongkrong menuh-menuhin server blogger nun jauh di sana. anyway....
Rasanya sudah bosen membaca (baca : mendengar) menulis itu melegakan untuk saya. Hidup saya tidak pernah sempurna di dunia nyata, tapi tulisan-tulisan saya membuat saya bersyukur bahwa kehidupan saya tidak seburuk kelihatannya. Menulis membuat saya sadar bahwa Allah banyak memberikan kemudahaan dalam hidup saya. Saya punya pekerjaan tetap yang mungkin dimimpikan beberapa orang. Saya pernah tinggal di dalam Pandora Box. Saya pernah tidur siang di depan menara paling romantis di dunia. Saya memegang 1 gelar sarjana dan 2 gelar master, master chef dan master of ceremony. dan Saya pernah yang lain.
Menulis membuat saya sadar bahwa terkadang perspektif kita adalah yang paling penting dalam hidup. Saya pernah mengeluh bagaimana saya harus berjuang sendiri mencari nafkah untuk orang tua dan adik bungsu saya. Rasanya saya tidak pernah membeli barang mewah untuk diri saya sendiri dari hasil kerja keras saya. Tapiii... Ketika perspektifnya dibalik.... Bukannya saya seharusnya bersyukur saya punya ladang amal untuk berbagi dengan orang terdekat saya. Beberapa anak, ingin membalas jasa orang tua, tapi orang tua mereka bahkan bisa membeli lebih dari yang anak mereka punya. Saya bersyukur membahagiakan orang tua saya sangat mudahnya, sekedar mengajak mereka makan malam di restoran mereka bisa tersenyum lebar. atau membelikan sandal diskonan di departemen store. Coba bayangkan anak orang kaya raya tajir mampus, masa harus belikan lamborgini dulu baru kedua orang mereka tersenyum lebar?
Ini hanya masalah perspektif... sama seperti menulis... perspektif mana yang ingin kamu ambil......
Kadang saya suka kepo sama blog orang-orang yang bertebaran di dunia maya. Rasanya makjleb ketika ada yang posting kira-kira bunyinya seperti ini , " Maaf sudah lama tidak posting, karena saya sedang mempersiapkan postingan sebaik-baiknya,, dan tidak mau memposting asal-asalan" Rasanya sakiiit (nada cita-citata sambil tepuk-tepuk dada)
Saya bukan tipikal blogger yang suka memikirkan mau posting apa berhari-hari sebelumnya. Saya hanya menulis sebisanya, kadang cuma ingin melimpahkan sebagian memoi yang udah penuh di kepala. Kadang, saya merasa postingan saya tidak penting. Tapi saya sangat menggebu-gebu ingin menulis. Mungkin saya bukan blogger yang baik, dan mungkin juga karena itulah follower blog ini cuma beberapa gelintir.
Okeh, kalau saya, bukan tipikal penulis yang stick on the draft. Lebih sering saya tidak punya draft, dan membiarkan pemikiran saya berjalan apa adanya. Saya juga tidak tahu apakah blog ini berakhir menjadi bahan bacaan yang bagus atau sekedar nongkrong menuh-menuhin server blogger nun jauh di sana. anyway....
Rasanya sudah bosen membaca (baca : mendengar) menulis itu melegakan untuk saya. Hidup saya tidak pernah sempurna di dunia nyata, tapi tulisan-tulisan saya membuat saya bersyukur bahwa kehidupan saya tidak seburuk kelihatannya. Menulis membuat saya sadar bahwa Allah banyak memberikan kemudahaan dalam hidup saya. Saya punya pekerjaan tetap yang mungkin dimimpikan beberapa orang. Saya pernah tinggal di dalam Pandora Box. Saya pernah tidur siang di depan menara paling romantis di dunia. Saya memegang 1 gelar sarjana dan 2 gelar master, master chef dan master of ceremony. dan Saya pernah yang lain.
Menulis membuat saya sadar bahwa terkadang perspektif kita adalah yang paling penting dalam hidup. Saya pernah mengeluh bagaimana saya harus berjuang sendiri mencari nafkah untuk orang tua dan adik bungsu saya. Rasanya saya tidak pernah membeli barang mewah untuk diri saya sendiri dari hasil kerja keras saya. Tapiii... Ketika perspektifnya dibalik.... Bukannya saya seharusnya bersyukur saya punya ladang amal untuk berbagi dengan orang terdekat saya. Beberapa anak, ingin membalas jasa orang tua, tapi orang tua mereka bahkan bisa membeli lebih dari yang anak mereka punya. Saya bersyukur membahagiakan orang tua saya sangat mudahnya, sekedar mengajak mereka makan malam di restoran mereka bisa tersenyum lebar. atau membelikan sandal diskonan di departemen store. Coba bayangkan anak orang kaya raya tajir mampus, masa harus belikan lamborgini dulu baru kedua orang mereka tersenyum lebar?
Ini hanya masalah perspektif... sama seperti menulis... perspektif mana yang ingin kamu ambil......
Selasa, 21 April 2015
belajar bahasa korea
maaf, untuk kamu yang nyasar di page ini karena ingin tahu bagaimana belajar bahasa korea, anda mampir di halaman yang salah. postingan kali ini bukan tentang cara belajar bahasa korea yang baik dan benar, juga bukan tentang tips dan trik cepat memahami bahasa suami saya Leo VIXX (Halaaaah.. sampai di sini kamu pasti tahu kalau kamu BENAR-BENAR salah buka halaman).
Oke saya ingin berbagi dengan yang nyasar ke halaman ini tentang motivasi saya belajar bahasa.
Duluuu sekali sebelum saya memutuskan untuk pergi ke pandora box (baca postingan-postingan saya sebelumnya untuk tahu apa itu pandora box). Bukan, lebih tepatnya waktu saya masih unyu-unyu bermimpi untuk sampai ke menara paling romantis di dunia, yang setelah saya kunjungi gak ada romantis-romantisnya, gak lebih romantis dari monas, eaaaaa..... . Saya benar-benar ingin bisa bahasa inggris, bukan karena saya anak SMP yang visionaris memandang masa depan dengan optimis.
Waktu itu lagi demam-demamnya westlife! hahahaa, saya termasuk korban hebohnya westlife. sebenarnya saya udah belajar bahasa inggris dari kelas 4SD, tapi... apalah arti bahasa inggris untuk anak kelas 4 SD di tahun 90-an dulu,, saya baru benar-benar sadar kalau bahasa inggris itu penting setelah saya kecanduan demam westlife! POKOKNYA... kalau saya ketemu Shane suatu hari nanti saya harus harus bisa ngomong pake bahasa inggis..
Waktu itu saya si 5 cowok Ireland benar-benar memotivasi saya secara tidak langsung untuk.. belajar bahasa asing, yang akhirnya membawa saya sampai ke pandora box.
Setelah saya pulang dari pandora box, saya hobi banget nonton reality show asal negeri gingseng. KESAL sumpah PARAH ketika ada reality show yang pengen saya tonton, saya tidak bisa menemukan indo subsnya! masih untung saya bisa bahasa inggris, jadi gak gila karena beberapa orang baik menerjemahkannya ke bahasa inggris (THX to WESTLIFE!)
SUE adalah ketika benar-benar gak ada subs-nya sama sekali. ada juga Thai/Viet subs. gak mungkin kan saya melipir dulu belajar bahasa Vietnam/Thailand buat tau si baby lion king ngomong apaan! apalagi si lion king jarang ngomong kalau gak dipaksa-paksa.
Okeh! saya pun bertekad bakalan belajar bahasa korea! sebenernya sebelum berangkat ke pandora box saya sudah bisa bahasa korea, sekedar nanya kamu siapa, dimana sekarang berbuat apa , (lho kayak kangen Band) sampai-sampai orang korea yang di koridor saya percaya waktu saya bilang saya ini half korean dan menyapa dia dan berkenalan dengan bahasa korea! hahahha... predikat tukang tipu saya emang gak bisa hilang!
Walhasil untuk kedua kalinya dalam hidup saya, saya termotivasi untuk belajar hal-hal baru.. Kadang kita tidak tahu kapan kita membutuhkan keahlian-keahlian yang kita punya.. tapi, yang saya tahu si kencleng pernah bilang ke saya kalau manusia hanya menggunakan 10% dari kemampuan otaknya, dan lumba-lumba menggunakan 20% dari kemampuan otaknya! Masa kalah sama LUMBA-LUMBA??????
Oke, saya harap, kamu tidak menyesal membaca postingan saya sejauh ini, dan untuk yang nyasar karena keyword belajar bahasa korea, saya mohon maaf, tapi saya harap ada hikmah yang bisa kamu ambil dari sini.
Oke saya ingin berbagi dengan yang nyasar ke halaman ini tentang motivasi saya belajar bahasa.
Duluuu sekali sebelum saya memutuskan untuk pergi ke pandora box (baca postingan-postingan saya sebelumnya untuk tahu apa itu pandora box). Bukan, lebih tepatnya waktu saya masih unyu-unyu bermimpi untuk sampai ke menara paling romantis di dunia, yang setelah saya kunjungi gak ada romantis-romantisnya, gak lebih romantis dari monas, eaaaaa..... . Saya benar-benar ingin bisa bahasa inggris, bukan karena saya anak SMP yang visionaris memandang masa depan dengan optimis.
Waktu itu lagi demam-demamnya westlife! hahahaa, saya termasuk korban hebohnya westlife. sebenarnya saya udah belajar bahasa inggris dari kelas 4SD, tapi... apalah arti bahasa inggris untuk anak kelas 4 SD di tahun 90-an dulu,, saya baru benar-benar sadar kalau bahasa inggris itu penting setelah saya kecanduan demam westlife! POKOKNYA... kalau saya ketemu Shane suatu hari nanti saya harus harus bisa ngomong pake bahasa inggis..
Waktu itu saya si 5 cowok Ireland benar-benar memotivasi saya secara tidak langsung untuk.. belajar bahasa asing, yang akhirnya membawa saya sampai ke pandora box.
Setelah saya pulang dari pandora box, saya hobi banget nonton reality show asal negeri gingseng. KESAL sumpah PARAH ketika ada reality show yang pengen saya tonton, saya tidak bisa menemukan indo subsnya! masih untung saya bisa bahasa inggris, jadi gak gila karena beberapa orang baik menerjemahkannya ke bahasa inggris (THX to WESTLIFE!)
SUE adalah ketika benar-benar gak ada subs-nya sama sekali. ada juga Thai/Viet subs. gak mungkin kan saya melipir dulu belajar bahasa Vietnam/Thailand buat tau si baby lion king ngomong apaan! apalagi si lion king jarang ngomong kalau gak dipaksa-paksa.
Okeh! saya pun bertekad bakalan belajar bahasa korea! sebenernya sebelum berangkat ke pandora box saya sudah bisa bahasa korea, sekedar nanya kamu siapa, dimana sekarang berbuat apa , (lho kayak kangen Band) sampai-sampai orang korea yang di koridor saya percaya waktu saya bilang saya ini half korean dan menyapa dia dan berkenalan dengan bahasa korea! hahahha... predikat tukang tipu saya emang gak bisa hilang!
Walhasil untuk kedua kalinya dalam hidup saya, saya termotivasi untuk belajar hal-hal baru.. Kadang kita tidak tahu kapan kita membutuhkan keahlian-keahlian yang kita punya.. tapi, yang saya tahu si kencleng pernah bilang ke saya kalau manusia hanya menggunakan 10% dari kemampuan otaknya, dan lumba-lumba menggunakan 20% dari kemampuan otaknya! Masa kalah sama LUMBA-LUMBA??????
Oke, saya harap, kamu tidak menyesal membaca postingan saya sejauh ini, dan untuk yang nyasar karena keyword belajar bahasa korea, saya mohon maaf, tapi saya harap ada hikmah yang bisa kamu ambil dari sini.
Jumat, 17 April 2015
Tragedi tulang ikan nyangkuuut auch!
Oke, kejadiannya kemarin pagi, Kamis,, 16 April 2015.. di pagi hari yang cerah, sehabis sholat subuh,,
Saya sedang enak-enaknya menikmati makan ikan kakap buatan mama yang paling enak sedunia. it is literally delicious! Dan saya yang dua puluh delapan tahun.. menikmati si kakap seperti bocah kecil yang baru belajar makan. nyam-nyam-nyam... belum habis setengah si kakap ini saya makan, mungkin dia berontak atau mungkin dia lelah! jjang! tuing-tuing-tuing,, sebuah duri kecil dan tajam nyangkut di antara gigi geraham kiri atas belakang.
CENAT CENUT,, kayak lagu smash...
sakit juga lumayan...
Pergilah saya dengan gigi yang sakit ini ke Sebuah tempat pengobatan, dan Lebih SAKIT lagi pas saya nanya sama si mas-mas penjaganya, "Mas, dokter gigi ada?" dan jawabannya adalah " Maaf bu, khusus hari ini, doktenya ijin" APA! ijin di hari kerja dan gak ada dokter pengganti? sedihnya hatikuuu.....
dengan gigi yang sakit, dan hati yang sakit pula, saya pergi ke Puskesmas terdekat...
Alhamdulillah antriannya kosong! jadilah saya pasien pertama...
seperti biasa, hal pertama yang saya sampaikan setiap bertemu dengan dokter gigi adalah, maaf yah dok, saya takut dokter gigi... mohon kesabarannya! Iyah betul, saya adalah satu dari banyak orang Indonesia yang takut sama dokter gigi... sedihnya.... :(
Dan si dokter cewek cuma senyum-senyum saja,,,,,
Beberapa menit kemudian si dokter sedang sibuk congkel-congkel si duri yang nyangkut di geraham saya...
Dan dengan drama drama kecil si duri bisa keluar..
Terimakasih buat si ibu dokter di puskesmas yang jangan disebut namanya.
PESAN kali ini :
1. seenak-enaknya masakan mama... kalau makan jangan lupa sabar ngunyahnya.....
2. ternyata Magi Z salah. kalau saya lebih suka sakit hati (pas ditinggal dokter yang pertama) dari pada sakit gigi (adegan duri nyangkut)
Saya sedang enak-enaknya menikmati makan ikan kakap buatan mama yang paling enak sedunia. it is literally delicious! Dan saya yang dua puluh delapan tahun.. menikmati si kakap seperti bocah kecil yang baru belajar makan. nyam-nyam-nyam... belum habis setengah si kakap ini saya makan, mungkin dia berontak atau mungkin dia lelah! jjang! tuing-tuing-tuing,, sebuah duri kecil dan tajam nyangkut di antara gigi geraham kiri atas belakang.
CENAT CENUT,, kayak lagu smash...
sakit juga lumayan...
Pergilah saya dengan gigi yang sakit ini ke Sebuah tempat pengobatan, dan Lebih SAKIT lagi pas saya nanya sama si mas-mas penjaganya, "Mas, dokter gigi ada?" dan jawabannya adalah " Maaf bu, khusus hari ini, doktenya ijin" APA! ijin di hari kerja dan gak ada dokter pengganti? sedihnya hatikuuu.....
dengan gigi yang sakit, dan hati yang sakit pula, saya pergi ke Puskesmas terdekat...
Alhamdulillah antriannya kosong! jadilah saya pasien pertama...
seperti biasa, hal pertama yang saya sampaikan setiap bertemu dengan dokter gigi adalah, maaf yah dok, saya takut dokter gigi... mohon kesabarannya! Iyah betul, saya adalah satu dari banyak orang Indonesia yang takut sama dokter gigi... sedihnya.... :(
Dan si dokter cewek cuma senyum-senyum saja,,,,,
Beberapa menit kemudian si dokter sedang sibuk congkel-congkel si duri yang nyangkut di geraham saya...
Dan dengan drama drama kecil si duri bisa keluar..
Terimakasih buat si ibu dokter di puskesmas yang jangan disebut namanya.
PESAN kali ini :
1. seenak-enaknya masakan mama... kalau makan jangan lupa sabar ngunyahnya.....
2. ternyata Magi Z salah. kalau saya lebih suka sakit hati (pas ditinggal dokter yang pertama) dari pada sakit gigi (adegan duri nyangkut)
Kamis, 16 April 2015
que sera sera...,
Saya ini siapa? Perkenalkan, nama saya .............. (bolehkah saya menyebutkan nama saya di sini?)
Blog ini cuma jus jeruk tumpah, makanya namanya Jinggastory. Waktu saya memutuskan membagi kehidupan saya, membekukannya dalam postingan blog, dan memberi tahu pada khalayak ramai (yah.. meskipun blog saya tidak seterkenal beberapa blogger terdahulu), saya memutuskan menamainya Jingga... karena saya suka langit senja... yang berwarna Jingga. Dan waktu saya membuat banner blog dengan irisan jeruk dan lampu lalu lintas, itu murni karena saya suka jeruk sunkist dan saya ingin para pembaca berhati-hati menafsirkan pemikiran saya yang tumpah ruah di blog ini.
Berhati-hati karena, dalam beberapa hal, saya sering tidak sependapat dengan orang kebanyakan. Saya cenderung punya pemikiran bertolak belakang dengan orang-orang di sekitar saya. Dalam blog ini saya menumpahkan pemikiran saya tentang berbagai hal, mengomentari beberapa kejadian, mungkin hanya sekedar menaruh komentar tentang lagu, atis, atau film yang lagi in di bioskop....
Karena pemikiran saya yang cenderung brutal, maka saya berharap para pembaca dapat memaklumi pemikiran saya dan tidak mengambil hati ucapan salah saya. Saya belajar satu hal dari "Pandora Box" (baca postingan sebelum-sebelumnya) bahwa....
it is not a matter of right or wrong, but a good or bad. But.... a good or bad for whom?
Begitulah...
Langganan:
Postingan (Atom)
